Thursday, February 27, 2020

Harus Tahu, Inilah 4 Bahaya Jika Kamu Sering Makan Makanan Cepat Saji


Keuntungan dari makanan cepat saji memang tidak bisa dipungkiri, misalnya mendapatkannya sangat mudah, harganya murah dan rasanya yang cukup enak. Alasan inilah yang membuat makanan cepat saji jadi kesukaan banyak orang.

Namun, dibalik kenikmatanan makanan cepat saji ada bahaya yang mengintai. Makanan cepat saji tidak akan bermanfaat, bahkan berbahaya bagi kesehatan jika kamu terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji. Nah berikut ada risiko bahaya yang perlu kamu ketahu jika terlalu sering makan makanan cepat saji.

1. Merusak Sistem Pencernaan

Mikroflora usus membantu tubuh menyerap nutrisi, membantu menyeimbangkan suasana hati, meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kondisi tertentu seperti sindrom iritasi usus.

Terlalu sering mengkonsumsi makanan cepat saji bisa merusak sistem ini karena makanan cepat saji bisa mengurangi bakteri baik di usus. Akibatnya tubuh pun rentan terkena masalah kesehatan terutama kesehatan yang berkaitan dengan sitem pencernaan.

2. Memicu Depresi

Banyak penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa makanan cepat saji dan beberapa jenis makanan ringan lainnya berkontribusi secara signifikan memicu terjadinya depersi.

Secara khusus, mereka yang mengonsumsi makanan cepat saji meningkatkan tingkat depresi sebesar 51% dibandingkan dengan orang yang tidak makan makanan ini.

3. Memicu Risiko Asma

Ilmuwan percaya bahwa lemak jenuh dalam makanan cepat saji adalah bisa memicu masalah serius. Ini menyebabkan banyak konsekuensi negatif seperti melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan alergi dan memicu risiko penyakit asma.

4. Peningkatan risiko resistensi insulin

Mekanisme resistensi insulin terjadi ketika sel-sel berhenti menyerap glukosa dari aliran darah, di mana saat itu tubuh membutuhkan lebih banyak insulin untuk menjalankan fungsi tubuh untuk melakukan fungsinya seperti memecah glukosa. Resistensi insulin adalah tanda pertama terkena diabetes, penyakit yang banyak diderita orang.

Makan makanan cepat saji dua kali seminggu selama periode 15 tahun dapat meningkatkan trisiko resistensi insulin. Itu hanya 2 kali makan / minggu, jika lebih tinggi, tingkat resistensi insulin bahkan lebih besar.