-->

Saturday, October 17, 2020

6 Cara Mencegah Serangan Stroke

Serangan stroke bisa menimpa siapa saja, termasuk kamu yang masih berusia muda. Penyakit ini memang tak kenal usia bisa menyerang siapa saja. Untuk itu anda perlu melakukan langkah langkah untuk pencegahan stroke demi melindungi diri. Berikut 5 cara pengendalian  untuk mencegah stroke.

1. Menurunkan berat badan 

Obesitas dan komplikasi seperti tekanan darah tinggi dan diabetes meningkatkan risiko stroke. Jika Anda kelebihan berat badan, menurunkan berat badan bisa mengurangi risiko stroke, Pertahankan berat badan yang ideal. Jangan mengonsumsi terlalu banyak kalori per hari. karena ini bisa membuat anda mudah gemuk.

2. Rajin berolahraga 

Olahraga berkontribusi pada penurunan berat badan dan menjaga tekanan darah. Sebaiknya berolahraga dengan intensitas sedang minimal 5 hari dalam seminggu. Berjalanlah di sekitar lingkungan setiap pagi setelah sarapan. Bergabunglah dengan klub kebugaran dengan teman-teman Anda. Saat berolahraga, dianjurkan untuk mencapai tingkat sesak napas, namun tetap bisa bicara. 

3. Rajin Pemeriksaan kardiovaskular 

Jenis penyakit kardiovaskular tertentu merupakan faktor risiko stroke. Misalnya, fibrilasi atrium adalah jenis gangguan irama jantung yang dapat menyebabkan pembekuan darah. Gumpalan tersebut kemudian dapat berpindah ke otak, menyebabkan stroke. 

4. Berhenti merokok 

Penelitian telah menemukan bahwa merokok meningkatkan risiko stroke hingga 600%. Merokok mempercepat pembentukan gumpalan darah, dengan mengentalkan darah, dan meningkatkan jumlah penumpukan plak di arteri. Seiring dengan pola makan sehat dan olahraga teratur, berhenti merokok secara signifikan mengurangi risiko stroke. Jangan menyerah. Kebanyakan perokok membutuhkan beberapa kali percobaan untuk berhenti.

5. Kurangi konsumsi gula 

Mengonsumsi banyak gula dapat menyebabkan obesitas atau diabetes, Ini merupakan faktor risiko utama terjadinya stroke.

6. Jalan kaki setiap hari 

Hanya berjalan kaki 20 menit sehari memiliki banyak manfaat kesehatan yang dapat menurunkan risiko terkena stroke. Sebaliknya, gaya hidup yang tidak banyak bergerak merupakan faktor risiko stroke dan banyak masalah kesehatan lainnya.