-->

Friday, November 13, 2020

6 Kebiasaan yang Bisa Memicu Kanker Serviks

Kanker serviks merupakan penyakit yang mematikan, kanker ini menyerang banyak wanita. Kanker jenis ini juga termasuk jenis kanker yang terbilang sulit disembuhkan.

Banyak perempuan tanpa sadar melakukan kebiasaan sepele yang ternyata bisa memicu tumbuhnya kanker serviks, nah berikut ada beberapa kebiasaan yang patut kamu waspadai karena bisa membuat anda terkena kanker ini.

1. Jarang bersihkan area genital

Kebersihan area genital sangat penting. Jarang membersihkan area ini akan menyebabkan peradangan, meningkatkan risiko penyakit ginekologi. Dalam jangka panjang, penyakit ini dapat mengembangkan keganasan yang sangat berbahaya salah satunya adalah kanker serviks.

2. Memiliki banyak pasangan seks 

Kehidupan seks sangat erat kaitannya dengan kesehatan rahim wanita. Memiliki banyak pasangan seks meningkatkan risiko infeksi virus penyebab penyakit, yang menyebabkan kerusakan pada serviks. Biasakan untuk tidak melakukan seks bebas dengan banyak orang. Pastikan juga anda menggunkan pengaman.

3. Sering begadang 

Begadang menyebabkan berbagai gangguan kesehatan seperti kenaikan berat badan, obesitas, gangguan endokrin, penurunan daya tahan tubuh. Gangguan hormonal ini juga mempengaruhi area dada, area genital, hingga menyebabkan fibroid rahim untuk wanita. dalam jangka panjang bisa memicu beragam penyakit mematikan.

4. Merokok

Penelitian telah menunjukkan bahwa virus jenis HPV tertentu dapat bergabung dengan racun dalam perokok pasif, membuat wanita lebih rentan terhadap kankerrahim. Tak hanya itu, tembakau juga menyebabkan sederet penyakit berbahaya lainnya.

5. Melakukan Aborsi beberapa kali 

Aborsi adalah tindakan yang sangat berbahaya bagi kesehatan dan bahkan kehidupan seorang wanita. Aborsi akan menyebabkan kerusakan besar pada rahim. Mengulangi berkali-kali dapat meningkatkan risiko infeksi virus, membentuk kerusakan serviks hingga memicu kanker.

6. Malas pemeriksaan ginekologi berkala

Pemeriksaan ginekologi rutin merupakan salah satu metode yang efektif dalam deteksi dini potensi risiko. Jika tanda-tanda abnormal terdeteksi sejak dini, pencegahan dan pengobatan akan lebih mudah dan memberikan hasil yang lebih baik.